Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Seorang Bapak Penjaja Nasi



Malam itu aku sendiri. Butuh ketenangan dan kebebasan. Setelah beberapa hari lalu aku ngerasa bete banget karena satu hal. Aku dikecewain sama orang yang aku sayang dan aku rindukan.

Sore itu aku berniat mengunjunginya, pergi ke kotanya demi nemuin dia. Tapi kenyataan lain dan keberuntungan bukan untuk aku saat itu. Aku yang tak pedulikan rasa capek sepulang kerja, dan aku sempatkan membeli oleh oleh untuk kawan yang ingin aku kunjungi. Aku rela berdesak desakan dengan banyak orang dan aku perjuangkan aku mendapat transport untuk sampai di kotanya. Namun semua itu terlambat, tiket terjual habis. Dan aku sangat sangat kecewa sekali. Aku hancur dengan satu kalimat “terserah kamu lah..bebz..”
Aku gak tau apa yang ada dipikiran dia saat tulis kalimat itu..ampun…

Aku hancur dan saat itu aku ngerasa banget betapa bodonya aku. Aku pulang dengan kecewa dan sangat menyesal. Aku merasa salah banget sama diriku sendiri yang udah maksain kehendak. Pulang dengan beribu penyesalan dan kekecewaan, semalaman aku di jalan, gak peduli lagi seperti apa rasa mata, tangan, kaki dan tubuh ini. D*MN

Kembali, malam yang suntuk itu, aku menikmati waktu sendiri. Aku keluar kamar dan cari angin segar di sekitar. Ada yang menarik perhatianku saat itu. Sebuah tenda kecil dengan Bapak tua penjaga tenda itu. “Angkringan” mungkin itu sebutan akrabnya kalangan umum. Akhirnya aku memutuskan untuk mampir dan makan disana. Setelah melihat makanan yang tertata rapi, mngingatkanku pada orang yang belum lama mengecewakan aku. Ya, berupa nasi bungkus kecil yang biasa dan terkenal disebut nasi kucing, aku begitu menikmatinya. Dengan tambahan beberapa gorengan yang tersedia. Ntah, sesederhana itu aku. Kadang untuk tenang itu tak perlu mahal dan mewah. Bapak itu langsung menawariku minum dan aku minta the panas yang sangat melegakan aku.

Di sela aku makan, Bapak itu sering bertanya sapa dengan aku. Aku pun jawab pertanyaannya satu per satu dengan membagi konsentrasiku saat itu yang sambil mengirim pesan singkat ke salah satu temanku. Beberapa menit ngobrol terasa akrab. Bapak itu terlihat kesepian dan lelah menjajakan makanannya. Mungkin itu juga jadi faktor kenapa dia lantas berlanjut bercerita padaku.

Tiba tiba datanglah seorang pemuda yang langsung masuk tenda dan membuat wedang teh oleh dirinya sendiri. Dengan bangganya Bapak tua itu memperkenalkannya denganku. Ternyata dia adalah putranya, dan masih dipanggil “adek” oleh Bapaknya. Hmmm lucu juga  :)
Setelah pemuda tadi keluar dan pergi ntah kemana mengendarai motornya, dengan senyum bangga dan sumringah, Bapak itu melanjutkan ceritanya. Bahwa putranya tadi baru lulus STM tahun ini dan dia adalah putra terakhir Bapak itu.

Lanjut perkenalan mengenai putranya, Bapak tua itu menyebut nama putranya itu adalah “Gagah Sugandhi” . Nama yang cukup bagus dan gagah, menurutku. Bapak tua itu melanjutkan bercerita tentang putranya yang bernama Gagah, dan dia sangat terbuka. Dengan memberitahu arti nama anaknya, orang yang bijaksana dan gagah. Secara tidak langsung, dari cerita Bapak itu, anaknya memiliki sifat dan pergaulan yang kurang baik. Berbeda dengan kakaknya, lanjut cerita Bapak tadi, yang sampai sejauh ini aku malah tidak tau nama Bapak itu siapa dan juga si Bapak itu pun tak mengetahui namaku, hanya saja tau dimana aku bekerja karena tadi di awal sempat dia tanyakan. Kakak Gagah Sugandhi sudah bekerja di salah satu minimarket yang lumayan terkenal di kota gudeg ini. Namanya adalah “Ganda Wigandhung” yang artinya bagus dalam dan luar. Amin..doa si Bapak.

Tidak malu malu sang Bapak bercerita sedikit tentang keluarga kecilnya. Bahwa dia pernah tinggal di kota Palembang dan akirnya memutuskan kembali ke kota asal karena biaya hidup disana lebih mahal dari disini. Dan sekarang ini dia bertahan dengan usaha nasi tenda / angkringan ini. Lama lama aku tertarik terus mendengarkan cerita Bapak itu. Sosoknya, sosok sang ayah dan pemimpin keluarga yang bagaimanapun juga bertanggung jawab dengan keluarga yang dia miliki. Sosok sang ayah yang bangga dan selalu sayang dengan putra putranya. Sang ayah yang menaruh harapan besar kepada putranya dengan memberi doa dalam nama yang diberikan dan penuh arti bagi kedua putranya. Sosok itu yang mengngatkanku pada sang ayah yang jauh disana. Sedikit dan pasti ada persamaan yang bisa aku ambil. Aku merindukan sosok ayah yang selalu bangga menceritakan setiap langkah putra putrinya. Menerangkan semua hal yang menyangkut kesukaan putra putrinya dengan senyum bangga dan bahagia, di wajahnya yang kini semakin keriput, terlihat semakin tua. Ayah…apa kabar ayah disana? Gumamku dalam hati kecil ini.

Masih, aku mendengarkan cerita Bapak tadi, sembari melahap nasi yang dijualnya. Ya…aku tak peduli sekitar banyak orang yang ternyata memperhatikanku makan di tenda dan asik mengobrol dengan Bapak pemilik tenda nasi kucing itu. Aku sangat menikmati dan membebaskan penat dihatiku. Melirik ke atas dilangit yang indah dengan sedikit cahaya bulan. Semuanya benar benar membuatku sadar banyak hal. Ternyata diluar sana banyak sekali hal yang menjadi inspirasi dan motivasi. Dan lagi, aku salut dengan Bapak tua itu. Betapa bahagianya terpancar seketika dia menceritakan banyak hal mengenai putra putranya. Tanpa sadar, aku ikut membatin dan berdoa untuk Bapak itu dan keluarganya.

Malam menunjukkan jam 21.59 wib. Lama lama aku jadi sadar itu sudah cukup malem untuk anak perempuan. Apalagi aku inget aku belum bersih bersih dari sepulang kerja tadi. Lantas selesai meneguk teh hangat yang mulai mendingin, aku pamit pulang.Bapak itu mengucap terima kasih dan aku balas pula “suwun pak..”

Lalu aku pulang dan ngerasa ati ini lega. Feel better aja. Gak tau, mungkin karena pengaruh cerita Bapak tadi, Bapak penjaja nasi. Terima kasih pak, batinku seiring langkahku pulang.


Sabtu, 18 Agustus 2012

DIA

Dia...hidupnya sederhana.
Terlahir dengan sempurna, berasal dari keluarga biasa. Sejak kecil hidup sederhana namun ia dimanja oleh neneknya. Ketika belum dewasa, sesuatu terjadi dalam keluarganya tepatnya pada kedua orangtuanya. Namun dia tak tahu apapun soal itu yang dia tahu dia hidup bahagia dengan keluarganya walaupun jauh dengan sang ayah. Suatu waktu ayahnya datang untuk menjenguknya, menyenangkannya dan juga memberikan wacana seperti layaknya seorang ayah yang menyayangi putrinya.

Selang waktu tak terasa dia tumbuh menjadi anak remaja, dia lincah dan disayangi keluarganya, walaupun kadang dia menjadi nakal karena pengaruh lingkungan dan teman teman sepermainannya. Setelah duduk di bangku smp akhirnya dia mengetahui sebuah rahasia yang terjadi dalam keluarganya dan telah disimpan oleh kedua orang tuanya. Sedih, ya..dia sedih..hancur, dan remuk. Dia sempat merasa kehilangan semua kebahagiaan yang telah dia miliki, merasa hilang dan tak tahu harus bagaimana. Namun dia masih bisa berpikir positif dan mengambil langkah yang baik dan tidak membiarkan dirinya terpuruk dalam kesedihan yang mendalam..toh dia ingin berontak pun tak akan merubah apapun,, semua sudah terjadi..sudah berlalu..

Waktu demi waktu ia lewati dengan bermacam kejadian,, susah, senang, sedih, bahagia dan masih banyak lagi. Dia pun beranjak remaja dan menjadi lebih mengerti hal hal yang harus dia lakukan atau tidak. Suatu hari dia merasa sangat terpuruk mengingat kejadian yang menghancurkan kebahagiaanya dan dia merasa tak ada kebahagiaan lain..
                        
Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yng ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan

Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan


Keep fighting!!! hidup akan terus berjalan, dan dia menjalani semua yang terjadi dan apa apa yang dia dapatkan. Lulus sekolah, dia lanjutkan ke diploma atas permintaan sang kakak. Dan kebetulan dia tinggal dengan saudaranya di kota itu..kota kelahirannya. Senang..namun sedih..ya, jelas berpisah dengan ibunya dan kini tinggal dengan saudara yang tidak begitu menyukainya..ntah..karena dendam lama.

Dia tetap teguh..tak menyerah banyak rintangan yang dihadapi, keep going on girl!
Hingga tiba saatnya dia pergi dari rumah saudaranya dan memilih boarding house, akhirnya dia lebih bisa berkembang..praktek di lapangan kerja dan banyak yang ia pelajari. Tetap dia ingat akan pesan dan nasihat orang tuanya, orang orang yang dia sayangi. Sampai suatu saat itu tiba, dia mengenal sosok yang benar benar bisa menemani dan menghibur dia sesempurna mungkin. Dia menemukan sesosok yang bisa dia jadikan ayahnya, kakaknya, temannya, sahabatnya, dan tentu saja seorang yang dia sayangi selain keluarga, dan dia mendapat kasih sayang pula.

Dia berdoa agar tidak ada pengganti lagi, dia lelah..kini ada sosok dewasa yang benar benar membuat dia merasa beruntung. Dia berharap akan selamanya. Masalah, tantangan, kebahagiaan susah senang dia rasakan bersama dan akhirnya dia tiba di waktu dia harus memilih 'tetap tinggal' atau 'move on' . Akhirnya menuruti beberapa pendapat yang menurutnya baik, dia pergi jauh ke kota lain dari keluarganya. Dia sudah berniat akan sungguh sungguh, mengingat masa masa yang lalu dan statusnya yang mungkin dinilai tidak baik bagi sebagian orang dia tidak akan pernah menyerah. Akan membuktikan bahwa dia bisa, dan mampu memberi yang terbaik.

Semoga...wish everything will running well and she will get a happiness ever after...