Cinta,
Jalinan kata yang membuat orang terkagum kepadanya
Bukan karena hanya sebuah kata,
tapi pengaruh yang ditimbulkannya membuat orang menjadi bahagia
Cinta,
Bukan milik hakiki manusia
Juga bukan milik makhluk ciptaan-Nya
Cinta adalah sebuah kiasan akan makna kebesaran-Nya
Cintailah dengan landasan cinta pada-Nya
Pandanglah cinta apa adanya.
Tataplah cinta seperti kau menatap masa depan.
Dekaplah cinta itu seperti engkau memilih untuk bersandar kepada-Nya.
Krena cinta itu hanyalah milik Allah Subhanahu Wata'ala.
Sabtu, 20 April 2013
Kamis, 18 April 2013
Talking To The Moon
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know
Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
Do you ever hear me calling?
Cause every night
I'm talking to the moon
Still trying to get to you
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think
I'm crazy
But they don't understand
You're all I have
You're all I have
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I'm feeling like I'm famous
The talk of the town
They say
I've gone mad
Yeah
I've gone mad
But they don't know
what I know
Cause when the
sun goes down
someone's talking back
Yeah
They're talking back
At night when the stars
light up my room
I sit by myself
Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
Do you ever hear me calling?
Cause every night
I'm talking to the moon
Still trying to get to you
In hopes you're on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon
I know you're somewhere out there
Somewhere far away
Senin, 18 Maret 2013
10 GANGGUAN SYAITAN KETIKA SHALAT
1. Was-was saat melakukan Takbiratul Ihram.
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.
2. Tidak konsentrasi saat membaca bacaan Shalat.
Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau".
Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku"
(HR. Muslim)
3. Lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan.
Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam"
(HR Bukhari dan Muslim)
4. Hadirnya pikiran yang memalingkan konsentrasi.
Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi.
Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat"
(HR Bukhari)
5. Tergesa-gesa untuk menyelesaikan Shalat.
Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".
Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah.
Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu" (HR Bukhari dan Muslim)
6. Melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu.
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW".
Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar.(HR Tirmidzi)
7. Menengok kekanan atau kekiri ketika Shalat.
Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba".
(HR Bukhari)
8. Menguap dan mengantuk.
Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin"
(HR Thabrani)
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya"
(HR Bukhari dan Muslim)
9. Bersin berulang kali saat shalat.
Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan"
(Riwayat Thabrani).
Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara".
10. Terasa ingin buang angin atau buang air.
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya"(HR Muslim)
Mungkin ada lebih dari sepuluh, tapi setidaknya 10 hal itulah yang sering kita lakukan ketika melakukan Shalat ..
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.
2. Tidak konsentrasi saat membaca bacaan Shalat.
Sahabat Rasulullah SAW iaitu 'Utsman bin Abil 'Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancau".
Rasulullah SAW menjawab, "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Akupun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku"
(HR. Muslim)
3. Lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan.
Abu Hurairah r.a berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam"
(HR Bukhari dan Muslim)
4. Hadirnya pikiran yang memalingkan konsentrasi.
Abu Hurairah r.a berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi.
Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat"
(HR Bukhari)
5. Tergesa-gesa untuk menyelesaikan Shalat.
Ibnul Qayyim berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".
Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya - asal mengerjakan solat, asal selesai, jadi!. Tidak ada ketenangan atau thu-ma'ninah.
Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana solat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu" (HR Bukhari dan Muslim)
6. Melakukan gerakan-gerakan yang tidak perlu.
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW".
Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?" Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW", kata Ibnu Umar.(HR Tirmidzi)
7. Menengok kekanan atau kekiri ketika Shalat.
Dengan sedar atau tidak, seseorang yang sedang solat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum menengok ketika solat". Rasulullah SAW menjawab, "Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba".
(HR Bukhari)
8. Menguap dan mengantuk.
Rasulullah SAW bersabda: "Menguap ketika solat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin"
(HR Thabrani)
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya"
(HR Bukhari dan Muslim)
9. Bersin berulang kali saat shalat.
Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan solat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud: "Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan"
(Riwayat Thabrani).
Ibnu Hajar menghuraikan pernyataan Ibnu Mas'ud, "Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan berbagai cara".
10. Terasa ingin buang angin atau buang air.
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya"(HR Muslim)
Mungkin ada lebih dari sepuluh, tapi setidaknya 10 hal itulah yang sering kita lakukan ketika melakukan Shalat ..
Minggu, 17 Februari 2013
Aku Tak Seindah Itu
Sudikah kau memaafkan aku
Bila kuberitahu bahwa aku
Tak selalu seperti yang kau mau
Aku tak seindah itu
Aku tak seindah itu
Kadang aku ingin berpaling
Bahkan saat kau ada disini
Kadang aku melupakanmu
Dan melangkah tanpamu
Aku tak seindah itu
Hatiku tak seindah yang kau inginkan
Dan cintaku tak seputih yang kau banggakan
Mungkin lebih baik kau tinggalkan aku
Tapi kumohon maafkan aku bidadariku
Jika kau adalah malam
Maka aku takkan mungkin bulanmu
Tapi kau berikan hatimu
Dan kau percaya padaku
Jumat, 15 Februari 2013
Realistis
“Hati itu dipilih, bukan memilih”
“Carilah orang yang bisa memberimu segalanya dan
kebahagiaan tanpa harus kamu minta”
Mungkin
ada benarnya kata kata diatas, tapi apa jadinya kalau hati sudah dipilih, namun
hati tersebut tidak menyukai pemilihnya dalam artian hati tersebut ada pilihan
lain atau mungkin netral, tak memilih siapapun. Dalam hal ini bisa dilakukan
beberapa tindakan atau kemungkinan yang terjadi :
·
Jika
dilanjutkan, maka akan ada 2 kemungkinan :
- Hati yang
dipilih lama lama luluh dan menyukai pemilihnya seiring berjalannya waktu
bersama.
- Hati yang
dipilih sama sekali tidak ada rasa yang special walau sudah mencoba bersama dan
selamanya akan menjadi ‘fake’ rasa
yang palsu.
·
Jika
tidak dilanjutkan, tergantung dari kasus ataupun alasan masing masing dalam
menjelaskan atau berkata jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi, yaitu bahwa
hati yang dipilih tidak ada rasa apapun dan memilih untuk tidak melanjutkan
jalan itu.
Ya,
mungkin akan terasa sangat menyakitkan bagi pemilih hati itu karena ternyata
rasa yang dimiliki tidak terbalaskan. Mungkin juga sang pemilih akan lebih bisa
berpikir tenang dan realistis dalam menyikapi hal ini, sehingga dengan lapang
dada dia dapat menerima keputusan tersebut.
Namun
terlepas dari itu semua, akan ada jalan yang telah ditentukan dan pastinya
adalah jalan yang terbaik bagi keduanya.
Percayalah,
kebebasan itu akan datang, kedamaian akan datang pula walau mungkin semua itu
datang sedikit terlambat, tapi tetap syukurilah dan nikmatilah. Karena
sesungguhnya kebebasan adalah hak semua orang untuk hidup. Kapanpun kebebasan
itu datang bersabarlah, sembari menjalani kehidupan kita di aspek aspek yang
lain.
“Semua akan indah pada waktunya”
Dan
ingatlah bahwa tidak semua keinginan kita dan angan angan kita menjadi nyata
dan semua keadaan tak sempurna sesuai apa yang kita inginkan. Maka
serahkanlahsemua pada Yang Kuasa. Dia Maha Tahu dan Berkehendak akan segala
sesuatu. Toh, semua manusia sebetulnya sudah diciptakan berpasang pasangan dan
sesungguhnya Dia telah menciptakan jodoh atau pasangan yang terbaik dan cocok
untuk kalian semua.
By
: a dreamer
Rabu, 13 Februari 2013
Nasihat
Really something and meanfull...
Jadilah kamu gudang kebaikan!
Palingkan dirimu dari kehinaan!
Sebab semua yang kamu kerjakan,
Yang tahu hanya kau, yang dengar hanya kau..
Jika kamu mencintai seseorang..
Cintailah secara dekat tapi wajar!
Sebab, kau tak pernah tahu..
Sampai kapan cintamu itu bertahan..
Jika kamu membenci sesuatu..
Bencilah secara wajar, jangan berlebihan!
Sebab, kamu mungkin tak sadar
kalau suatu saat api cintamu kembali berkobar.
Rabu, 16 Januari 2013
Hilang
Lama sudah berjalan, tak terasa jalan ini bercabang
Tak lagi sama, menjadi berbeda
Jalan yang dulu halus dan lurus, kini menjadi jalan yang terjal dan penuh halangan
Dimana dirimu ?
Dimana diriku ?
Seakan hilang terpisah mesin waktu
Bagaimana dirimu ?
Bagaimana diriku ?
Kita sudah jauh berbeda dan tak sama
Hilang tak terlihat, tak terdengar dan tak terasa
Manis itu hilang, terbang melayang
Kini tak ada rasa, tak ada asa
Semuanya berubah dan hancur berantakan
Tak ada kata memuji dan mengagumi
Hanya ada caci maki meluap dengan keras dan tegas
Mengumpat, menyumpah, menyiksa
Akal itu hilang kesadaran
Biarkan...puaskan...
Sampai esok, ntahlah...
Apakah masih bisa jalan itu kembali mulia...?
Tak lagi sama, menjadi berbeda
Jalan yang dulu halus dan lurus, kini menjadi jalan yang terjal dan penuh halangan
Dimana dirimu ?
Dimana diriku ?
Seakan hilang terpisah mesin waktu
Bagaimana dirimu ?
Bagaimana diriku ?
Kita sudah jauh berbeda dan tak sama
Hilang tak terlihat, tak terdengar dan tak terasa
Manis itu hilang, terbang melayang
Kini tak ada rasa, tak ada asa
Semuanya berubah dan hancur berantakan
Tak ada kata memuji dan mengagumi
Hanya ada caci maki meluap dengan keras dan tegas
Mengumpat, menyumpah, menyiksa
Akal itu hilang kesadaran
Biarkan...puaskan...
Sampai esok, ntahlah...
Apakah masih bisa jalan itu kembali mulia...?
Langganan:
Postingan (Atom)
